Wednesday, 8 January 2014

Inspirasi : Salman Al Farisi

at 23:58  |  No comments

Di suatu pagi, ketika sedang duduk2 dikursi,Pandanganku tertuju kesebuah lemari. Lemari kuning yg diatasnya terdapat hiasan kaligrafi. Hiasan kaligrafi yang berisi ayat kursi. Setelah lama menatapi lemari, setelah puas berdiskusi sendiri, setelah berusaha mendengarkan bisikan hati, apa yang akan dilakukan hari ini? akhirnya kuputuskan untuk mendekati lemari yang telah puluhan tahun berdiri.

Kubuka kaca lemari, kucari buku ringan, menyenangkan dan tentunya bisa memotivasi. O iya...Kupilih buku motivasi karena beberapa hari ini waktu seolah2 berhenti. Kebosanan menjadi teman setiap pagi. Pagi ke pagi terasa begitu lambat berganti.

Kembali ke lemari!
Dari sekian banyak buku motivasi, terselip buku yang berjudul 'karakteristik sahabat nabi'. Masih Sambil berdiri, kubuka daftar isi, ternyata ada 60 sahabat yang diceritakan dibuku ini. Tak termasuk Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali.

Saat itu juga kuputuskan buku yang akan dibaca pagi ini. Ku bawa buku itu ke kursi, ditemani sebotol air putih plus hp samsung galaxy mini (yang masih hutang sama bang jupri). Ku coba utk menikmati buku yg telah lama tersimpan rapi ini. Mudah2an buku ini bisa membuang jauh2 kebosanan yang menghantui. 'Lirihku dalam hati'.

Aku membaca dari sahabat yang bernama Salman Al Farisi. Di buku ini, ia digambarkan memiliki perawakan tinggi, rambutnya lebat dan sangat dihormati.Salman berasal dari desa yg bernama"JI". Ia termasuk warga negara yang disegani. Ia di beri tugas sebagai penjaga api. Simbol kepercayaan agama majusi. Sedangkan Bapaknya sendiri adalah seorang bupati. Saya tidak tau, jabatan apa yang membuat ia disegani. Apakah sebagai anak bupati ataukah sebagai penjaga api (mungkin jabatan seperti ini setara MUI. kali...). Kalau di Indonesia sendiri, anak seorang bupati tentu lebih disegani dibandingkan anak seorang pejabat MUI. Meskipun bapaknya bergelar KH.

Kita lanjutkan!
Perjalanan Salman menuju islam sungguh menakjubkan. Ia tinggalkan kampung halaman, ia tinggalkan pangkat dan kedudukan. Ia pergi ke tempat yang belum dikenal, menemui segala macam rintangan dan hambatan. Demi menjawab kegelisahan hati, ia tinggalkan kesenangan duniawi yang telah lama ia miliki. Padahal waktu itu ia cuma mendengar informasi yang belum pasti!

Bacaan ku terhenti. Otak dan hatiku berdiskusi. Aku berandai2, dan memposisikan diri. Misalkan sekarang posisiku seperti Salman. Jelas, ku tak mampu melakukan. Menempuh perjalanan jauh yang penuh rintangan. Seorang diri tanpa tau situasi dan kondisi daerah yang akan dikunjungi. Sungguh Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki. Betullah apa yang dikatakan imam Al Ghazali ' jika ingin membuktikan kebenaran, kita harus mengenalinya sendiri. Tidak melalui orang yang menekuni '. Contohlah Salman Al Farisi. Lamunan ku berhenti. Ternyata adzan zhuhur telah selesai dari tadi. Dengan sedikit berlari ku penuhi seruan ilahi. Sambil berdoa dalam hati. Ya robbi, beri aku kekuatan tuk meneladani sahabat nabi yang bernama salman al farisi...!!!

Share
Posted by Unknown
About the Author

Write admin description here..

0 comments:

    Popular Posts

Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.