Featured Post

    Friday, 22 April 2016

    Pohon mangga adalah salah satu jenis pohon yang banyak ditanam di pekarangan rumah. Buah yang manis dan enak menjadi salah satu sebab banyak yang menanamnya. Namun tahukah kamu terkadang disaat sebuah pohon mangga tidak bisa berbuah, maka ada perlakuan yang dilakukan untuk merangsang munculnya bunga agar nantinya bisa menjadi buah. Perlakuan itu adalah dengan melukai batang tanaman dengan cara mencacah batang, mengerok atau mengupas kulit batang agar hasil fotosintesis bisa di fokuskan pada pembungaan.

    Begitu juga dengan kehidupan yang kita jalani. Untuk menjadikannya penuh manfaat dan memiliki arti diperlukan pelukaan agar bisa berkembang dengan baik. Pelukaan itu bisa jadi kita ditempa dengan berbagai macam masalah ataupun ujian. 

    Ujian itu bukanlah untuk menjadikan kita terpuruk lantas mati, namun ujian itu untuk menjadikan kita lebih dewasa dalam bersikap, lebih kokoh mentalnya dan lebih kreatif dalam menghasilkan. Jika ujian - ujian tersebut mampu kita lewati maka yakinlah, buah - buah yang manis akan segera kita nikmati. Buah yang manis itu adalah KESUKSESAN. 

    MAri belajar dari sebuah pohon mangga...

    Belajar dari Si Pohon Mangga

    at 23:25  |  No comments

    Pohon mangga adalah salah satu jenis pohon yang banyak ditanam di pekarangan rumah. Buah yang manis dan enak menjadi salah satu sebab banyak yang menanamnya. Namun tahukah kamu terkadang disaat sebuah pohon mangga tidak bisa berbuah, maka ada perlakuan yang dilakukan untuk merangsang munculnya bunga agar nantinya bisa menjadi buah. Perlakuan itu adalah dengan melukai batang tanaman dengan cara mencacah batang, mengerok atau mengupas kulit batang agar hasil fotosintesis bisa di fokuskan pada pembungaan.

    Begitu juga dengan kehidupan yang kita jalani. Untuk menjadikannya penuh manfaat dan memiliki arti diperlukan pelukaan agar bisa berkembang dengan baik. Pelukaan itu bisa jadi kita ditempa dengan berbagai macam masalah ataupun ujian. 

    Ujian itu bukanlah untuk menjadikan kita terpuruk lantas mati, namun ujian itu untuk menjadikan kita lebih dewasa dalam bersikap, lebih kokoh mentalnya dan lebih kreatif dalam menghasilkan. Jika ujian - ujian tersebut mampu kita lewati maka yakinlah, buah - buah yang manis akan segera kita nikmati. Buah yang manis itu adalah KESUKSESAN. 

    MAri belajar dari sebuah pohon mangga...

    Read More

    Saturday, 27 September 2014

    Suatu hari abi ditanyai. Kenapa memilih nama seperti ini. Mereka berpendapat nama umar tidak memiliki arti. Kurang up date untuk masa kini. Kenapa tidak di beri nama sesuai tahun, bulan atau hari yang di kolaborasi? Atau gabungan nama-nama islami yang di kompilasi? Apakah tidak takut terjadi diskriminasi dikemudian hari? 
     
    Waktu itu abi belum fasih berbahasa sambas ketika engkau lahir pertama kali. Sehingga pertanyaan yang bertubi-tubi tak bisa di jawab dengan penuh percaya diri. Dan kalaupun abi berani menjawab secara rinci, pasti akan panjang sekali. Dan pasti akan terjadi kontroversi hati disana-sini. Pikir abi. Jika mengingat hal ini, jadi senyum-senyum sendiri. Setelah mempertimbangkan berkali-kali. Akhirnya abi berusaha menuliskan perihal ini. Kelak ketika engkau besar nanti. Jika ada yang menanyakan perkara ini kembali.Bacalah tulisan abi. Semoga engkau bisa menjawab dengan penuh kebesaran hati. Dan dapat menginspirasi. 
     
    Nama umar terlintas pertama kali sewaktu abi belum mempunyai istri. Belum pernah melihat ummi. Baik di alam nyata maupun di alam mimpi. Entah mengapa fikiran abi mengembara ke sana. Padahal saat itu masih berstatus mahasiswa. Belum ada gambaran kapan mau wisuda, bekerja apalagi menikah. Kalau tidak salah di tahun 2006 atau 2005 kejadiannya. Abi berimajinasi, kalau punya anak laki-laki, dan diberi nama umar, kira-kira cocok gak ya? Tidak ada tujuan dan maksud apapun jua. Semua hanyalah khayalan tiba-tiba tanpa terencana. Khayalan anak muda yang sedang bimbang hati dan fikirannya. Karena amanah sebagai presiden mahasiswa sedang di goyang di kudeta. Namun, seiring perjalanan waktu, nama itu telah menemukan takdirnya. Ternyata lintasan pikiran itu dikabulkan Allah Subhanahuwwata'ala. Abi benar-benar tak menyangka. Perasaan haru dan suka-cita, menyatu tak terkira. Ketika engkau lahir ke dunia dan ditanya mau diberi nama siapa? Hanya UMAR yang ada di kepala. Alhamdulillah. Puji syukur pada Tuhan yang maha kuasa. Abi sangat bahagia.
     
    Tahukah engkau Nak? Nama adalah sebuah doa. Nama adalah sebuah pengharapan orang tua kepada sang pencipta. Dan nama adalah sebuah identitas yang bisa menggambarkan sifat, karakter dan perilaku setiap manusia. Oleh karena itu, abi berharap (PKS) prilaku, karakter dan sikapmu akan sepertinya. Pribadi yang bersahaja apa adanya. Hati dan raga sama, jauh dari citra. Yang di kejar hanyalah karya. Pribadi yang berfikiran terbuka dan lapang dada. Ingatlah. Fikiran terbuka tanpa beban, akan melahirkan kejernihan pemikiran. Ketajaman penglihatan, perasaan yang murni tanpa hambatan. Kalau itu sudah tertanam dikepribadian, abi yakin engkau akan menjadi seorang yang teguh pendirian. Tidak mudah terombang-ambing layaknya buih di lautan. Kokoh laksana Gunung yang menghunjam. Disegani kawan, lawan, bahkan syetan. 
     
    Seperti sosok umar ibnul khattab radiyallahu'an. Dalam memutuskan masalah, kemaslahatan bersama adalah prioritas yang paling utama. Tidak ada kepentingan apapun di dalam hatinya. Tidak ada yang bisa mindiktenya. Sehingga ia tidak terbebani oleh pribadi, atau keuntungan yang dicari. Dan ia tidak takut akan segala macam konsekuensi. Semasa muda, kepintarannya diakui oleh tokoh-tokoh ternama. Hal itu terbukti dalam forum-forum diskusi semasa jahili, ia selalu mewakili. Dan tak jarang pendapatnya selalu di hargai dan disetujui. Hanya ini filosofi dari nama yang abi kuasai. Semoga engkau tidak terbebani atas segala keinginan abi dan ummi. Jika engkau ingin mengetahui siapa umar sebenarnya, lengkap dari ia masih jahiliah sampai ia menuju Tuhannya. Bacalah buku yang dilemari kaca rumah kita. Di sana ada biografi umar khalifah ke dua. Dan umar khalifah ke lima generasi berikutnya. Ummi dan abi sudah menyiapkan semenjak lama. Di laptop juga ada filmnya. Terakhir, seandainya nanti. Engkau ditakdirkan menjadi penguasa di muka bumi. Cermati pernyataan ini. 
     
    "Wahai manusia! Tugas penguasa yang paling penting terhadap rakyatnya adalah mendahulukan kewajiban mereka kepada Allah Subhanahuwwata'ala. Seperti yang telah dituliskan alquran sebagai petunjuk-Nya. Tugas kami (penguasa) adalah menyediakan apa yang Allah perintahkan kepada mu dalam beribadah. Sehingga engkau menjadi orang yang bertaqwa. Serta menjauhkan kalian dari perbuatan sia-sia. Kami juga harus menerapkan perintah Allah. Dimana mereka diperlakukan sama dalam keadilan yang nyata. Dengan begitu kita memberikan kesempatan kepada orang bodoh untuk belajar. Yang lengah untuk memperhatikan. Dan seorang yang sedang mencari teladan untuk jadi panutan. Wahai manusia! Untuk menjadi orang beriman yang sejati, tidak didapatkan dengan mimpi. Tetapi dengan kerja keras hari demi hari. Makin besar amal perbuatan seseorang makin besar pula balasan dari Tuhan seru sekalian alam. Dan jihad adalah puncaknya amal kebaikan. Dan barangsiapa yang ikut berjihad dan meninggal kan perbuatan dosa. Dan ikhlas terhadapnya. Syurga Balasannya. Sebagian orang menyatakan telah berjihad, tetapi jihad di jalan Allah yang sesungguhnya adalah menjauhkan diri dari dosa-dosa. Tidak ada yang disayangi Allah yang maha perkasa, dan bermanfaat bagi manusia. Dari pada kebaikan penguasa berdasarkan pemahaman yang benar dan wawasan yang menyemesta. Tidak ada yang paling dibenci Allah selain ketidaktahuan dan kebodohan para penguasa. Barang siapa yang diperlakukan tidak adil segera lapor Padaku. Demi Allah yang nyawaku ada di tangannya. Aku akan menegakkan keadilan terhadap kezaliman mereka. Jika aku gagal, aku termasuk orang-orang yang hina. Lebih baik bagi ku mengganti gubernur tiap hari, dari pada membiarkan penguasa zalim sebagai pejabat dalam sejam di dunia ini. Mengganti gubernur lebih mudah daripada merubah rakyatnya. Maka barangsiapa yang mengurusi urusan orang muslim bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukannya. Kepada semua penguasa jangan memukuli orang untuk menghinakan mereka. Jangan membunuh mereka dan tidak mengurusinya. Dan jangan menyusahkan mereka sehingga mereka berat menjalani kehidupannya. Mekkah, dzulhijjah 23 Hijriyah, Umar ibnul Khattab.

    Surat untuk Umar

    at 19:47  |  No comments

    Suatu hari abi ditanyai. Kenapa memilih nama seperti ini. Mereka berpendapat nama umar tidak memiliki arti. Kurang up date untuk masa kini. Kenapa tidak di beri nama sesuai tahun, bulan atau hari yang di kolaborasi? Atau gabungan nama-nama islami yang di kompilasi? Apakah tidak takut terjadi diskriminasi dikemudian hari? 
     
    Waktu itu abi belum fasih berbahasa sambas ketika engkau lahir pertama kali. Sehingga pertanyaan yang bertubi-tubi tak bisa di jawab dengan penuh percaya diri. Dan kalaupun abi berani menjawab secara rinci, pasti akan panjang sekali. Dan pasti akan terjadi kontroversi hati disana-sini. Pikir abi. Jika mengingat hal ini, jadi senyum-senyum sendiri. Setelah mempertimbangkan berkali-kali. Akhirnya abi berusaha menuliskan perihal ini. Kelak ketika engkau besar nanti. Jika ada yang menanyakan perkara ini kembali.Bacalah tulisan abi. Semoga engkau bisa menjawab dengan penuh kebesaran hati. Dan dapat menginspirasi. 
     
    Nama umar terlintas pertama kali sewaktu abi belum mempunyai istri. Belum pernah melihat ummi. Baik di alam nyata maupun di alam mimpi. Entah mengapa fikiran abi mengembara ke sana. Padahal saat itu masih berstatus mahasiswa. Belum ada gambaran kapan mau wisuda, bekerja apalagi menikah. Kalau tidak salah di tahun 2006 atau 2005 kejadiannya. Abi berimajinasi, kalau punya anak laki-laki, dan diberi nama umar, kira-kira cocok gak ya? Tidak ada tujuan dan maksud apapun jua. Semua hanyalah khayalan tiba-tiba tanpa terencana. Khayalan anak muda yang sedang bimbang hati dan fikirannya. Karena amanah sebagai presiden mahasiswa sedang di goyang di kudeta. Namun, seiring perjalanan waktu, nama itu telah menemukan takdirnya. Ternyata lintasan pikiran itu dikabulkan Allah Subhanahuwwata'ala. Abi benar-benar tak menyangka. Perasaan haru dan suka-cita, menyatu tak terkira. Ketika engkau lahir ke dunia dan ditanya mau diberi nama siapa? Hanya UMAR yang ada di kepala. Alhamdulillah. Puji syukur pada Tuhan yang maha kuasa. Abi sangat bahagia.
     
    Tahukah engkau Nak? Nama adalah sebuah doa. Nama adalah sebuah pengharapan orang tua kepada sang pencipta. Dan nama adalah sebuah identitas yang bisa menggambarkan sifat, karakter dan perilaku setiap manusia. Oleh karena itu, abi berharap (PKS) prilaku, karakter dan sikapmu akan sepertinya. Pribadi yang bersahaja apa adanya. Hati dan raga sama, jauh dari citra. Yang di kejar hanyalah karya. Pribadi yang berfikiran terbuka dan lapang dada. Ingatlah. Fikiran terbuka tanpa beban, akan melahirkan kejernihan pemikiran. Ketajaman penglihatan, perasaan yang murni tanpa hambatan. Kalau itu sudah tertanam dikepribadian, abi yakin engkau akan menjadi seorang yang teguh pendirian. Tidak mudah terombang-ambing layaknya buih di lautan. Kokoh laksana Gunung yang menghunjam. Disegani kawan, lawan, bahkan syetan. 
     
    Seperti sosok umar ibnul khattab radiyallahu'an. Dalam memutuskan masalah, kemaslahatan bersama adalah prioritas yang paling utama. Tidak ada kepentingan apapun di dalam hatinya. Tidak ada yang bisa mindiktenya. Sehingga ia tidak terbebani oleh pribadi, atau keuntungan yang dicari. Dan ia tidak takut akan segala macam konsekuensi. Semasa muda, kepintarannya diakui oleh tokoh-tokoh ternama. Hal itu terbukti dalam forum-forum diskusi semasa jahili, ia selalu mewakili. Dan tak jarang pendapatnya selalu di hargai dan disetujui. Hanya ini filosofi dari nama yang abi kuasai. Semoga engkau tidak terbebani atas segala keinginan abi dan ummi. Jika engkau ingin mengetahui siapa umar sebenarnya, lengkap dari ia masih jahiliah sampai ia menuju Tuhannya. Bacalah buku yang dilemari kaca rumah kita. Di sana ada biografi umar khalifah ke dua. Dan umar khalifah ke lima generasi berikutnya. Ummi dan abi sudah menyiapkan semenjak lama. Di laptop juga ada filmnya. Terakhir, seandainya nanti. Engkau ditakdirkan menjadi penguasa di muka bumi. Cermati pernyataan ini. 
     
    "Wahai manusia! Tugas penguasa yang paling penting terhadap rakyatnya adalah mendahulukan kewajiban mereka kepada Allah Subhanahuwwata'ala. Seperti yang telah dituliskan alquran sebagai petunjuk-Nya. Tugas kami (penguasa) adalah menyediakan apa yang Allah perintahkan kepada mu dalam beribadah. Sehingga engkau menjadi orang yang bertaqwa. Serta menjauhkan kalian dari perbuatan sia-sia. Kami juga harus menerapkan perintah Allah. Dimana mereka diperlakukan sama dalam keadilan yang nyata. Dengan begitu kita memberikan kesempatan kepada orang bodoh untuk belajar. Yang lengah untuk memperhatikan. Dan seorang yang sedang mencari teladan untuk jadi panutan. Wahai manusia! Untuk menjadi orang beriman yang sejati, tidak didapatkan dengan mimpi. Tetapi dengan kerja keras hari demi hari. Makin besar amal perbuatan seseorang makin besar pula balasan dari Tuhan seru sekalian alam. Dan jihad adalah puncaknya amal kebaikan. Dan barangsiapa yang ikut berjihad dan meninggal kan perbuatan dosa. Dan ikhlas terhadapnya. Syurga Balasannya. Sebagian orang menyatakan telah berjihad, tetapi jihad di jalan Allah yang sesungguhnya adalah menjauhkan diri dari dosa-dosa. Tidak ada yang disayangi Allah yang maha perkasa, dan bermanfaat bagi manusia. Dari pada kebaikan penguasa berdasarkan pemahaman yang benar dan wawasan yang menyemesta. Tidak ada yang paling dibenci Allah selain ketidaktahuan dan kebodohan para penguasa. Barang siapa yang diperlakukan tidak adil segera lapor Padaku. Demi Allah yang nyawaku ada di tangannya. Aku akan menegakkan keadilan terhadap kezaliman mereka. Jika aku gagal, aku termasuk orang-orang yang hina. Lebih baik bagi ku mengganti gubernur tiap hari, dari pada membiarkan penguasa zalim sebagai pejabat dalam sejam di dunia ini. Mengganti gubernur lebih mudah daripada merubah rakyatnya. Maka barangsiapa yang mengurusi urusan orang muslim bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukannya. Kepada semua penguasa jangan memukuli orang untuk menghinakan mereka. Jangan membunuh mereka dan tidak mengurusinya. Dan jangan menyusahkan mereka sehingga mereka berat menjalani kehidupannya. Mekkah, dzulhijjah 23 Hijriyah, Umar ibnul Khattab.

    Read More
    Pak jokowi yang saya hormati. Semoga Allah selalu menyertai dimana pun anda kini. Dengan segala kerendahan hati dan tidak bermaksud menambah beban pada masa transisi. Apalagi bermaksud untuk menyakiti. Saya ingin sedikit berbagi dan menyampaikan beberapa keresahan hati. Keresahan hati dari pengunjung rumah makan yang tak pernah sepi dari pembeli. Rumah makan yang paling disukai kalangan muda-mudi berseragam merah,biru,abu-abu dengan atasan putih berdasi. Rumah makan yang juga dicintai sebagian kalangan pegawai negeri. Dan rumah makan yang menjadi idola orang-orang seperti kami. Para pendamping petani yang hanya mendapatkan 10 bulan gaji. Pak jokowi presiden kami yang terpilih. 
     
    Di warung nasi yang tak pernah sepi ini. Kami masih bisa menikmati makan siang dengan harga murah sekali. 6 rb rupiah satu porsi. Jika dibandingkan di Surakarta atau Yogyakarta, ataupun di kota lainnya, satu porsi 6 rb rupiah, mungkin masih bisa ditemui. Tapi, tatkala harga sembako disini sudah naik berkali-kali, dikala harga barang sudah jauh meninggalkan penghasilan kami dan enggan kembali. Di tambah posisi daerah yang jauh diperbatasan negeri, harga demikian (6rb satu porsi) merupakan harga yang pas dengan kantong kami saat ini. Harga realistis bagi pelajar, anak seorang petani. 
     
    Maka dari itu, rumah makan ini sangat digandrungi. Kami sangat bersyukur sekali. Masih ada penjual nasi yang memperhatikan keberadaan kami. Orang-orang yang berpenghasilan cenderung ke kiri (belum mapan). Thanks bu yati. Pak jokowi yg kami cintai. 6rb satu porsi itu, terdiri dari nasi putih, sambal tempe, telur mata sapi + mie. Kami tak perduli di makanan ini apakah ada asupan gizi? Tak terfikirkan lagi harus berapa energi yang dihasilkan dari asupan makanan yang tersaji, agar dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari. (I don't think about that). Bagi kami yang terpenting adalah makhluk di perut tidak bereaksi. Yang penting makhluk di perut tidak demonstrasi. Itulah standarisasi pola makan orang-orang kiri seperti kami.

    Pak jokowi yang saya kagumi. Berawal dari sini, saya tak henti-henti termenung sendiri. Mulai siang hari sampai keesokannya lagi. Saya berasumsi. Dulu sebelum pak SBY menaikkan harga bbm sebanyak empat kali. Warung nasi 6rb satu porsi menjamur di sana-sini. Tak perlu repot mencari. Kondisi seperti ini sangat kami nikmati. Kini, satu-satunya warung nasi yang melayani 6rb satu porsi di daerah kami, ya cuma ini. Yang saya ceritakan dalam tulisan ini. Kondisi warungnya pun sudah tak kondusif lagi. Mungkin karena jiwa sosial dan rasa ingin melayani bu yati begitu tinggi, sehingga untung-rugi tak diperhatikannya lagi. Kondisi bangunan yang seharusnya diperbesar/diperlebar pun luput dari perhatian. Kalau sudah jam makan siang hari, pasti harus ngantri. 
     
    Hati nurani saya bertanya begini. Apakah dikepemimpinan pak jokowi nanti, nasi 6rb satu porsi bu yati, masih bisa kami nikmati? Apakah dikepemimpinan pak jokowi nanti, warung nasi yang melayani pembeli 6rb satu porsi masih bisa kami temui? Saya berdoa semoga Tuhan penguasa langit dan bumi memberi kekuatan agar pak jokowi dapat merealisasikan semua janji-janji. Pak, Kami mendengar di tv, bahwa harga bbm akan dinaikkan lagi. Dengan alasan negara tak mampu lagi mensubsidi. Kata pengamat ekonomi, dan para politisi, subsidi bbm hanya dinikmati orang-orang kaya di negeri yang kita cintai ini. Namun, sebagian para pengamat ekonomi dan para politisi yang lain menolak rencana kebijakan ini. Katanya masih ada solusi. Efek kenaikan bbm dalam negeri akan mengakibatkan inflasi. Harga barang akan melambung tinggi. Jumlah rakyat miskin akan semakin bertambah kembali. Kalau diteruskan terkena ke orang-orang kiri seperti kami. Terus terang pak jokowi, sebagai orang yang tak mengerti, saya tak ingin mencampuri hal seperti ini. Bukan kapasitas saya mendiskusikan hal ini. Saya percayakan saja ke pak jokowi bersama anggota DPR RI terpilih yang akan membahasnya nanti. Namun besar harapan kami, agar kiranya semua kebijakan pak jokowi, tak akan memengaruhi rumah makan yang tinggal satu-satunya di tempat kami. Karena disitulah tempat berkumpulnya orang-orang 'golongan kiri' tuk memperbaharui energi. ‪#‎salam2jari‬#

    6 Ribu 1 Porsi

    at 19:39  |  No comments

    Pak jokowi yang saya hormati. Semoga Allah selalu menyertai dimana pun anda kini. Dengan segala kerendahan hati dan tidak bermaksud menambah beban pada masa transisi. Apalagi bermaksud untuk menyakiti. Saya ingin sedikit berbagi dan menyampaikan beberapa keresahan hati. Keresahan hati dari pengunjung rumah makan yang tak pernah sepi dari pembeli. Rumah makan yang paling disukai kalangan muda-mudi berseragam merah,biru,abu-abu dengan atasan putih berdasi. Rumah makan yang juga dicintai sebagian kalangan pegawai negeri. Dan rumah makan yang menjadi idola orang-orang seperti kami. Para pendamping petani yang hanya mendapatkan 10 bulan gaji. Pak jokowi presiden kami yang terpilih. 
     
    Di warung nasi yang tak pernah sepi ini. Kami masih bisa menikmati makan siang dengan harga murah sekali. 6 rb rupiah satu porsi. Jika dibandingkan di Surakarta atau Yogyakarta, ataupun di kota lainnya, satu porsi 6 rb rupiah, mungkin masih bisa ditemui. Tapi, tatkala harga sembako disini sudah naik berkali-kali, dikala harga barang sudah jauh meninggalkan penghasilan kami dan enggan kembali. Di tambah posisi daerah yang jauh diperbatasan negeri, harga demikian (6rb satu porsi) merupakan harga yang pas dengan kantong kami saat ini. Harga realistis bagi pelajar, anak seorang petani. 
     
    Maka dari itu, rumah makan ini sangat digandrungi. Kami sangat bersyukur sekali. Masih ada penjual nasi yang memperhatikan keberadaan kami. Orang-orang yang berpenghasilan cenderung ke kiri (belum mapan). Thanks bu yati. Pak jokowi yg kami cintai. 6rb satu porsi itu, terdiri dari nasi putih, sambal tempe, telur mata sapi + mie. Kami tak perduli di makanan ini apakah ada asupan gizi? Tak terfikirkan lagi harus berapa energi yang dihasilkan dari asupan makanan yang tersaji, agar dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari. (I don't think about that). Bagi kami yang terpenting adalah makhluk di perut tidak bereaksi. Yang penting makhluk di perut tidak demonstrasi. Itulah standarisasi pola makan orang-orang kiri seperti kami.

    Pak jokowi yang saya kagumi. Berawal dari sini, saya tak henti-henti termenung sendiri. Mulai siang hari sampai keesokannya lagi. Saya berasumsi. Dulu sebelum pak SBY menaikkan harga bbm sebanyak empat kali. Warung nasi 6rb satu porsi menjamur di sana-sini. Tak perlu repot mencari. Kondisi seperti ini sangat kami nikmati. Kini, satu-satunya warung nasi yang melayani 6rb satu porsi di daerah kami, ya cuma ini. Yang saya ceritakan dalam tulisan ini. Kondisi warungnya pun sudah tak kondusif lagi. Mungkin karena jiwa sosial dan rasa ingin melayani bu yati begitu tinggi, sehingga untung-rugi tak diperhatikannya lagi. Kondisi bangunan yang seharusnya diperbesar/diperlebar pun luput dari perhatian. Kalau sudah jam makan siang hari, pasti harus ngantri. 
     
    Hati nurani saya bertanya begini. Apakah dikepemimpinan pak jokowi nanti, nasi 6rb satu porsi bu yati, masih bisa kami nikmati? Apakah dikepemimpinan pak jokowi nanti, warung nasi yang melayani pembeli 6rb satu porsi masih bisa kami temui? Saya berdoa semoga Tuhan penguasa langit dan bumi memberi kekuatan agar pak jokowi dapat merealisasikan semua janji-janji. Pak, Kami mendengar di tv, bahwa harga bbm akan dinaikkan lagi. Dengan alasan negara tak mampu lagi mensubsidi. Kata pengamat ekonomi, dan para politisi, subsidi bbm hanya dinikmati orang-orang kaya di negeri yang kita cintai ini. Namun, sebagian para pengamat ekonomi dan para politisi yang lain menolak rencana kebijakan ini. Katanya masih ada solusi. Efek kenaikan bbm dalam negeri akan mengakibatkan inflasi. Harga barang akan melambung tinggi. Jumlah rakyat miskin akan semakin bertambah kembali. Kalau diteruskan terkena ke orang-orang kiri seperti kami. Terus terang pak jokowi, sebagai orang yang tak mengerti, saya tak ingin mencampuri hal seperti ini. Bukan kapasitas saya mendiskusikan hal ini. Saya percayakan saja ke pak jokowi bersama anggota DPR RI terpilih yang akan membahasnya nanti. Namun besar harapan kami, agar kiranya semua kebijakan pak jokowi, tak akan memengaruhi rumah makan yang tinggal satu-satunya di tempat kami. Karena disitulah tempat berkumpulnya orang-orang 'golongan kiri' tuk memperbaharui energi. ‪#‎salam2jari‬#

    Read More

    Sunday, 8 June 2014

    Bulan purnama mestinya indah dilihat mata. Utuh sempurna tebarkan pesona. Meremajakan syaraf-syaraf di kepala kita. Menginspirasi semua yang bernyawa. Menentramkan hati yang gundah galau gulana. Pelipur lara,resah dan gelisah. Merayu menggoda seluruh makhluk ciptaanNya. Bulan purnama seharusnya menentramkan jiwa. Apalagi dinikmati bersama seseorang yang kita cinta. Bisa keluarga, bisa teman bervisi sama. Atau bisa juga pasangan yang tak sempat pacaran setelah nikah seperti saya. Intinya, Purnama adalah lukisan indah sang pencipta. Dan akan memberi kedamaian kepada siapa saja yang menatapnya. 

    Tapi Ternyata oh ternyata. Tak kusangka tak kuduga. Ku lihat di sana, purnama di surakarta sepertinya berbeda. Cahaya purnama, tertutup awan gunung merapi yang terbangun dari tidur panjangnya. Menghembuskan angin panas yang berbahaya. Cahaya berganti hawa panas di mana-mana. Udara membawa hawa panas masuk di setiap rumah warga. Jadilah malam yang seharusnya indah, bertepatan dengan ulang tahun si dia berubah makna. Rencana ingin menghatamkan malam bersama keluarga, jadi tertunda. Sebagai hamba kami hanya bisa pasrah. Ketika malam yang indah diambil pemilikNya, Allah Subhanahuwwata'ala. 

    Sebelumnya memang sudah ada kabar berita bahwa beberapa hari ke depan semua gunung akan mulai bergairah. Diantaranya, Gunung Selamet di spirit of java/surakarta (tak jauh dari tempat ku berada). Begitu pula gunung merapi di jogjakarta. Masuk dalam status siaga.

    Saat itu, pendingin ruangan sudah seharian bekerja. Berusaha menstabilkan suasana. Jendela rumah semua terbuka. Hawa panas masih saja terasa. Istriku berkata, kondisi seperti ini, mandi 5x sehari, adalah kegiatan yang biasa. Hawa panas ini berbeda dengan panas di daerah garis katulistiwa. O iya.. saya coba sedikit mengilustrasikanya. Air mendidih, kemudian letakkan tangan anda di atasnya. Rasakan uap air yang membakar dikulit anda. Begitulah kira-kira rasanya. Di tambah lagi dengan kondisi rumah yang berdempetan jaraknya, nyaris tidak ada tanah yang tersisa diantara  tetangga. Akibatnya sirkulasi udara jadi kurang baik kualitasnya. Kedepan mungkin Agus DR harus mengenalkan produk m-panelnya disana (saran saya,mudah-mudahan ia membaca). 

    Dalam hatiku bersuara, akhirnya ku menikmati juga bagaimana rasanya hawa panas yang biasa ku dengar di media massa. Ya robbi..dahsyat sekali hawa ini. Detak jantung terasa pindah di ujung jari. Inikah hawa panas yg paling ditakuti dari letupan gunung merapi? Hawa inikah yang mengakhiri nyawa si juru kunci? Batuk, pilek mulai menghampiri.Tenggorokan kering, terasa sakit sekali. Seperti sedang menelan duri. Serasa ada Neraka di rumah sendiri. Obat kimiawi yang biasa muncul di televisi, tuk mengobati rasa sakit ini sudah lama kujauhi. Aku lebih cocok obat alami,yang biasa kugunakan untuk terapi meredakan rasa nyeri. Buah, sayur,dan air putih rupa-rupanya tak juga bereaksi. 

    Ya robbi..wahai penguasa langit dan bumi, lindungilah kami. Turunkan hujan, hentikan musibah ini. Pukul 21.00 wib Alhamdulillah, anak-anak sudah bisa tidur dengan kipas mengarah ke muka. Digeser sedikit saja ia terbangun mencari kipasnya. Tak tega. Tapi, lahaulawala kuwwataillaabillah.. Syukurlah rasa kantuk mengobati penderitaannya walau hanya sementara. Cukuplah.

    Sungguh, pengalaman yang sangat berharga ini akan selalu teringat sampai mati. Maksud hati ingin menuliskannya segera agar anda para pembaca, bisa merasa dan bantu sambil berdoa. Namun apalah daya, ku tak mampu merangkai kata. Di tambah lagi hampir berbulan-bulan lamanya, ku tak berinteraksi dengan ide dan tulisan yang sudah menumpuk di kepala. Dalam kondisi seperti itu, otak pun tak mampu bekerja paksa. Meski di ajak menulis dan membaca. Membayangkan sesuatu yang indah-indah. Kuyakinkan harapan itu masih ada. Kuyakinkan aku pasti bisa. Masih belum bisa. 

    Sungguh malam yang luar biasa. Pukul 00.00 wib aku bisa sedikit memejamkan mata. Aku tak tahu rasa kantuk ataukah hujan yang turun begitu lebatnya, mengakhiri penderitaan kami semua. Ataukah hanya bermimpi melihat fatamorgana. Karena air hujan hanya sedikit menyapu hawa. Tidak panasnya. Tapi Syukur alhamdulillah bumi ternyata basah.

    Kalau gak salah 3 hari kami merasakan hawa panasnya. Kalau tidak ada hujan kami tak berani mengira-ngira. Apa yang akan terjadi selanjutnya. Sungguh Allah maha kuasa. Ia tidak akan memberi beban di luar kemampuan setiap hamba. Setelah hujan yang pertama, berturut-turut Allah turunkan hujan berikutnya. Bersamaan dengan itu pula, setelah sekian lama tertunda, beberapa tulisan yang sudah tersimpan lama di kepala, akhirnya ada dihadapan anda. Allhamdulilah...eh salah. alhamdulillah..

    Merapi Effect

    at 03:52  |  No comments

    Bulan purnama mestinya indah dilihat mata. Utuh sempurna tebarkan pesona. Meremajakan syaraf-syaraf di kepala kita. Menginspirasi semua yang bernyawa. Menentramkan hati yang gundah galau gulana. Pelipur lara,resah dan gelisah. Merayu menggoda seluruh makhluk ciptaanNya. Bulan purnama seharusnya menentramkan jiwa. Apalagi dinikmati bersama seseorang yang kita cinta. Bisa keluarga, bisa teman bervisi sama. Atau bisa juga pasangan yang tak sempat pacaran setelah nikah seperti saya. Intinya, Purnama adalah lukisan indah sang pencipta. Dan akan memberi kedamaian kepada siapa saja yang menatapnya. 

    Tapi Ternyata oh ternyata. Tak kusangka tak kuduga. Ku lihat di sana, purnama di surakarta sepertinya berbeda. Cahaya purnama, tertutup awan gunung merapi yang terbangun dari tidur panjangnya. Menghembuskan angin panas yang berbahaya. Cahaya berganti hawa panas di mana-mana. Udara membawa hawa panas masuk di setiap rumah warga. Jadilah malam yang seharusnya indah, bertepatan dengan ulang tahun si dia berubah makna. Rencana ingin menghatamkan malam bersama keluarga, jadi tertunda. Sebagai hamba kami hanya bisa pasrah. Ketika malam yang indah diambil pemilikNya, Allah Subhanahuwwata'ala. 

    Sebelumnya memang sudah ada kabar berita bahwa beberapa hari ke depan semua gunung akan mulai bergairah. Diantaranya, Gunung Selamet di spirit of java/surakarta (tak jauh dari tempat ku berada). Begitu pula gunung merapi di jogjakarta. Masuk dalam status siaga.

    Saat itu, pendingin ruangan sudah seharian bekerja. Berusaha menstabilkan suasana. Jendela rumah semua terbuka. Hawa panas masih saja terasa. Istriku berkata, kondisi seperti ini, mandi 5x sehari, adalah kegiatan yang biasa. Hawa panas ini berbeda dengan panas di daerah garis katulistiwa. O iya.. saya coba sedikit mengilustrasikanya. Air mendidih, kemudian letakkan tangan anda di atasnya. Rasakan uap air yang membakar dikulit anda. Begitulah kira-kira rasanya. Di tambah lagi dengan kondisi rumah yang berdempetan jaraknya, nyaris tidak ada tanah yang tersisa diantara  tetangga. Akibatnya sirkulasi udara jadi kurang baik kualitasnya. Kedepan mungkin Agus DR harus mengenalkan produk m-panelnya disana (saran saya,mudah-mudahan ia membaca). 

    Dalam hatiku bersuara, akhirnya ku menikmati juga bagaimana rasanya hawa panas yang biasa ku dengar di media massa. Ya robbi..dahsyat sekali hawa ini. Detak jantung terasa pindah di ujung jari. Inikah hawa panas yg paling ditakuti dari letupan gunung merapi? Hawa inikah yang mengakhiri nyawa si juru kunci? Batuk, pilek mulai menghampiri.Tenggorokan kering, terasa sakit sekali. Seperti sedang menelan duri. Serasa ada Neraka di rumah sendiri. Obat kimiawi yang biasa muncul di televisi, tuk mengobati rasa sakit ini sudah lama kujauhi. Aku lebih cocok obat alami,yang biasa kugunakan untuk terapi meredakan rasa nyeri. Buah, sayur,dan air putih rupa-rupanya tak juga bereaksi. 

    Ya robbi..wahai penguasa langit dan bumi, lindungilah kami. Turunkan hujan, hentikan musibah ini. Pukul 21.00 wib Alhamdulillah, anak-anak sudah bisa tidur dengan kipas mengarah ke muka. Digeser sedikit saja ia terbangun mencari kipasnya. Tak tega. Tapi, lahaulawala kuwwataillaabillah.. Syukurlah rasa kantuk mengobati penderitaannya walau hanya sementara. Cukuplah.

    Sungguh, pengalaman yang sangat berharga ini akan selalu teringat sampai mati. Maksud hati ingin menuliskannya segera agar anda para pembaca, bisa merasa dan bantu sambil berdoa. Namun apalah daya, ku tak mampu merangkai kata. Di tambah lagi hampir berbulan-bulan lamanya, ku tak berinteraksi dengan ide dan tulisan yang sudah menumpuk di kepala. Dalam kondisi seperti itu, otak pun tak mampu bekerja paksa. Meski di ajak menulis dan membaca. Membayangkan sesuatu yang indah-indah. Kuyakinkan harapan itu masih ada. Kuyakinkan aku pasti bisa. Masih belum bisa. 

    Sungguh malam yang luar biasa. Pukul 00.00 wib aku bisa sedikit memejamkan mata. Aku tak tahu rasa kantuk ataukah hujan yang turun begitu lebatnya, mengakhiri penderitaan kami semua. Ataukah hanya bermimpi melihat fatamorgana. Karena air hujan hanya sedikit menyapu hawa. Tidak panasnya. Tapi Syukur alhamdulillah bumi ternyata basah.

    Kalau gak salah 3 hari kami merasakan hawa panasnya. Kalau tidak ada hujan kami tak berani mengira-ngira. Apa yang akan terjadi selanjutnya. Sungguh Allah maha kuasa. Ia tidak akan memberi beban di luar kemampuan setiap hamba. Setelah hujan yang pertama, berturut-turut Allah turunkan hujan berikutnya. Bersamaan dengan itu pula, setelah sekian lama tertunda, beberapa tulisan yang sudah tersimpan lama di kepala, akhirnya ada dihadapan anda. Allhamdulilah...eh salah. alhamdulillah..

    Read More

    Sunday, 16 February 2014

    Sambungan ....... (^__^)

    Begitulah dahsyatnya cinta. Cinta sangat berpengaruh bagi siapa saja yang mencinta. Cinta sangat luar biasa dan mampu mengubah segalanya. Ia juga bisa memberikan kekuatan seseorang untuk mewujudkan sesuatu dengan tanpa memperhitungkan segala sesuatu disekitarnya. Ia benar-benar bisa berpengaruh dan memengaruhi orang yang dilandanya. Orang yang sedang dilanda cinta akan timbul energi baru dalam dirinya. 

    Cinta dapat mengubah seseorang untuk berkarya. Kamu bisa lihat karya-karya besar di dunia, lahir karena dorongan cinta. Lihatlah Taj Mahal di India. Merupakan tanda cinta seorang suami kepada istrinya. Karena cinta,berdiri tegar di Mesir dan Meksiko tumpukan piramida. Karena cinta pula, lahirlah syair-syair homerus, sastrawan Yunani ternama. Dan konon katanya, karya Leonardo da vinci lukisan monalisa, juga hadir karena dorongan cinta. Lihatlah Candi prambanan, mendut, sewu di nusantara. Yang dicipta oleh bandung bandawasa, juga karena cinta. 

    Subhanallah...Tak kusangka dan tak kuduga. Ternyata pak haji pandai bersastra juga. Kata-katanya mengena sehingga hati ku jadi berbunga-bunga. Ungkapannya sama persis dengan teori-teori yang pernah kubaca. Ingin ku ungkapkan 'penghargaan' itu kepadanya. Namun ku tak berdaya karena kharismanya. 

    Tapi, Pak haji melanjutkan bicaranya, sambil menatap ke luar jendela. Saya melihat dirimu tidak seperti mereka. Aku tersentak penuh tanda tanya? Dalam hatiku berkata, waduh emangnya aku seperti apa? Karena cinta kamu seperti hamba sahaya. Apa? Aku berusaha tetap tenang dan mendengarkannya. Meski kedua telinga sudah mulai panas dan memerah. Padahal sebelumnya kamu adalah raja. Kegarangan istanamu tiada lagi menyertai. Tertinggal di puncak gunung menyendiri sendiri. Pipi tertempel ditanah berdebu. Seakan bantal-bantal sutera untuk bertumpu. Begitulah kehinaan cinta menimpa orang-orang merdeka sekalipun ia raja. Jika cinta melanda, dia laksana hamba sahaya.O...jadi menurut penilaian pak haji saya seperti hamba sahaya? 'Ya'.

    Ngomong-ngomong pak haji dapat dari mana ungkapan kata al-Hikam bin Hisyam bin Abdurrahman ad-dakhil seorang raja dari andalusia? Pak haji terkejut sambil mengangkat ke dua kaca matanya. Bapak baca dari buku ini yang tergeletak disana. Kemarin buku ini terjatuh di dekat meja. Karena tak bernama, bapak menyimpannya di rumah. Dan bapak baca tulisan di dalamnya. Kok kamu tahu nama lengkap raja itu? Hahaha...itukan buku saya. O...ya??? Hahaha...kirain buku siapa. Pantas kamu hapal nama lengkap raja itu. Nih saya kembalikan. 

    Hahaha...Setelah kejadian hari itu, Pak haji semakin rajin membaca buku. Setiap buku yang kubaca, pak haji selalu memperhatikannya. Bahkan terkadang meminjamnya. Mungkin ia terkenang kembali romantika di masa mudanya, saat-saat cinta membara di dalam dada. Saat-merayakan cinta bersama pasangan sah nya.Bersamaan dengan itu pula, mungkin juga ia sedang mencari kata-kata indah, yang akan dibisikkankan ke istri tercinta. Agar cinta mereka bersemi kembali setelah setengah abad ia menjalani kehidupan berumahtangga. Seperti ungkapan dari Jalaluddin ar rumi di dalam syairnya.
    Kata-kata lembut yang kita bisikan pada pasangan kita, tersimpan di suatu tempat rahasia di syurga.
    Pada suatu hari, mereka akan berjatuhan bagaikan hujan, lalu tersebar.
    Dan misteri cinta akan tumbuh bersemi di segala penjuru bumi. 

    Ah...entahlah...aku tak mau menerka-nerka. Yang jelas, dalam diam ku mengamati. Aku kagum dengan pak haji. Meski usia pernikahan mereka telah tua. Mereka masih bisa tetap mesra. Jarang ada orang yang sepertinya. Kemana-mana selalu berdua. Sebelum ke kantor ia sempatkan mengantar istrinya berbelanja. Sebelum dan sesudah ke kantor, tak lupa ia mengecup keningnya. Rutinitas yang biasa kulakukan hanya kalau mau pergi jauh saja. Tak pernah kumendengar masalah serius menerpa rumah tangga mereka. 

    Memang betul kata para pujangga. Cinta adalah fitrah yang lekat kuat dalam diri manusia.Cinta dan segala pernak-perniknya tidak akan pernah lenyap sama sekali dari kehidupan seseorang selama apapun usia memakan perasaannya. Sungguh, tak cukup rasanya di ungkapkan melalui kata-kata. 

    Untuk mu pak haji. Aku panjatkan doa ini. Kepada penguasa langit dan bumi. 
    Ya Allah, sesungguhnya engkau maha mengetahui bahwa hati itu (pak haji dan istrinya) telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada Mu. Bertemu untuk taat kepada Mu. Bersatu dalam rangka dakwah di jalan Mu. Berjanji setia untuk membela syariat mu. Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, Ya Allah. Abadikanlah kasih sayangnya. Tunjukkan lah jalannya. Dan penuhilah dengan cahaya Mu yang tak pernah redup. Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada Mu. Hidupkan lah ia dengan ma'rifah Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-sebaik pelindung dan sebaik-sebaik penolong. Amin

    BUKU HARIANKU : complete diary

    at 18:44  |  No comments

    Sambungan ....... (^__^)

    Begitulah dahsyatnya cinta. Cinta sangat berpengaruh bagi siapa saja yang mencinta. Cinta sangat luar biasa dan mampu mengubah segalanya. Ia juga bisa memberikan kekuatan seseorang untuk mewujudkan sesuatu dengan tanpa memperhitungkan segala sesuatu disekitarnya. Ia benar-benar bisa berpengaruh dan memengaruhi orang yang dilandanya. Orang yang sedang dilanda cinta akan timbul energi baru dalam dirinya. 

    Cinta dapat mengubah seseorang untuk berkarya. Kamu bisa lihat karya-karya besar di dunia, lahir karena dorongan cinta. Lihatlah Taj Mahal di India. Merupakan tanda cinta seorang suami kepada istrinya. Karena cinta,berdiri tegar di Mesir dan Meksiko tumpukan piramida. Karena cinta pula, lahirlah syair-syair homerus, sastrawan Yunani ternama. Dan konon katanya, karya Leonardo da vinci lukisan monalisa, juga hadir karena dorongan cinta. Lihatlah Candi prambanan, mendut, sewu di nusantara. Yang dicipta oleh bandung bandawasa, juga karena cinta. 

    Subhanallah...Tak kusangka dan tak kuduga. Ternyata pak haji pandai bersastra juga. Kata-katanya mengena sehingga hati ku jadi berbunga-bunga. Ungkapannya sama persis dengan teori-teori yang pernah kubaca. Ingin ku ungkapkan 'penghargaan' itu kepadanya. Namun ku tak berdaya karena kharismanya. 

    Tapi, Pak haji melanjutkan bicaranya, sambil menatap ke luar jendela. Saya melihat dirimu tidak seperti mereka. Aku tersentak penuh tanda tanya? Dalam hatiku berkata, waduh emangnya aku seperti apa? Karena cinta kamu seperti hamba sahaya. Apa? Aku berusaha tetap tenang dan mendengarkannya. Meski kedua telinga sudah mulai panas dan memerah. Padahal sebelumnya kamu adalah raja. Kegarangan istanamu tiada lagi menyertai. Tertinggal di puncak gunung menyendiri sendiri. Pipi tertempel ditanah berdebu. Seakan bantal-bantal sutera untuk bertumpu. Begitulah kehinaan cinta menimpa orang-orang merdeka sekalipun ia raja. Jika cinta melanda, dia laksana hamba sahaya.O...jadi menurut penilaian pak haji saya seperti hamba sahaya? 'Ya'.

    Ngomong-ngomong pak haji dapat dari mana ungkapan kata al-Hikam bin Hisyam bin Abdurrahman ad-dakhil seorang raja dari andalusia? Pak haji terkejut sambil mengangkat ke dua kaca matanya. Bapak baca dari buku ini yang tergeletak disana. Kemarin buku ini terjatuh di dekat meja. Karena tak bernama, bapak menyimpannya di rumah. Dan bapak baca tulisan di dalamnya. Kok kamu tahu nama lengkap raja itu? Hahaha...itukan buku saya. O...ya??? Hahaha...kirain buku siapa. Pantas kamu hapal nama lengkap raja itu. Nih saya kembalikan. 

    Hahaha...Setelah kejadian hari itu, Pak haji semakin rajin membaca buku. Setiap buku yang kubaca, pak haji selalu memperhatikannya. Bahkan terkadang meminjamnya. Mungkin ia terkenang kembali romantika di masa mudanya, saat-saat cinta membara di dalam dada. Saat-merayakan cinta bersama pasangan sah nya.Bersamaan dengan itu pula, mungkin juga ia sedang mencari kata-kata indah, yang akan dibisikkankan ke istri tercinta. Agar cinta mereka bersemi kembali setelah setengah abad ia menjalani kehidupan berumahtangga. Seperti ungkapan dari Jalaluddin ar rumi di dalam syairnya.
    Kata-kata lembut yang kita bisikan pada pasangan kita, tersimpan di suatu tempat rahasia di syurga.
    Pada suatu hari, mereka akan berjatuhan bagaikan hujan, lalu tersebar.
    Dan misteri cinta akan tumbuh bersemi di segala penjuru bumi. 

    Ah...entahlah...aku tak mau menerka-nerka. Yang jelas, dalam diam ku mengamati. Aku kagum dengan pak haji. Meski usia pernikahan mereka telah tua. Mereka masih bisa tetap mesra. Jarang ada orang yang sepertinya. Kemana-mana selalu berdua. Sebelum ke kantor ia sempatkan mengantar istrinya berbelanja. Sebelum dan sesudah ke kantor, tak lupa ia mengecup keningnya. Rutinitas yang biasa kulakukan hanya kalau mau pergi jauh saja. Tak pernah kumendengar masalah serius menerpa rumah tangga mereka. 

    Memang betul kata para pujangga. Cinta adalah fitrah yang lekat kuat dalam diri manusia.Cinta dan segala pernak-perniknya tidak akan pernah lenyap sama sekali dari kehidupan seseorang selama apapun usia memakan perasaannya. Sungguh, tak cukup rasanya di ungkapkan melalui kata-kata. 

    Untuk mu pak haji. Aku panjatkan doa ini. Kepada penguasa langit dan bumi. 
    Ya Allah, sesungguhnya engkau maha mengetahui bahwa hati itu (pak haji dan istrinya) telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada Mu. Bertemu untuk taat kepada Mu. Bersatu dalam rangka dakwah di jalan Mu. Berjanji setia untuk membela syariat mu. Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, Ya Allah. Abadikanlah kasih sayangnya. Tunjukkan lah jalannya. Dan penuhilah dengan cahaya Mu yang tak pernah redup. Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada Mu. Hidupkan lah ia dengan ma'rifah Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-sebaik pelindung dan sebaik-sebaik penolong. Amin

    Read More

      Popular Posts

    Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.