Friday, 10 January 2014

Ik Hou Van Jou (Bag. 2)

at 05:26  |  No comments

Aku butuh dukungan. Aku butuh keajaiban. Tunjukkan aku jalan. Suara lirih dari dalam hati. Akhirnya, datanglah waktu yang telah disepakati (7 hari). Murobbi datang menemui. Ketika matahari sepenggalahan tinggi. Sambil duduk dikursi. Dan tanpa basa-basi ia berkata begini "antum akan diproses dengan Reny Husnawati (istriku kini). Proposal yang pertama ditarik kembali. 'Ha..apa yang terjadi?' Pokoknya antum ikuti saja keputusan ini. Mengerti?

Masih terduduk di kursi. Kuberucap di dalam hati. Subhanallah! Maha Suci Engkau Yaa Robbi. Puja dan puji kupanjatkan kepada pemilik taqdir ini. Ternyata benarlah mimpiku dinihari tadi. Aku bermimpi orangtuamu tersenyum manis sekali, tanda merestui. Tiba-tiba kuterjaga oleh suara merdu. Kumendengar sayup-sayup sebuah lagu. Lagu yang terkenal saat masih mahasiswa dulu. Rasa-rasaya aku pernah mendengar lagu itu...

Desir pasir di padang tandus
segersang pemikiran hati
terkisah ku di antara
cinta yang rumit
bila keyakinanku datang
kasih bukan sekadar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan
     reff:
     maafkan bila ku tak sempurna
     cinta ini tak mungkin ku cegah
     ayat-ayat cinta bercerita
     cintaku padamu
     bila bahagia mulai menyentuh
     seakan ku bisa hidup lebih lama
     namun harus ku tinggalkan cinta
     ketika ku bersujud
     bila keyakinanku datang
     kasih bukan sekedar cinta
     pengorbanan cinta yang agung
     ku pertaruhkan 
(Ayat-ayat Cinta - Rossa).
***
 
Istriku, Maafkan aku, kalau selama ini aku terkesan kaku. Maafkan aku kalau selama ini aku tak pernah mengatakan I Love You kepadamu. Bukan karena aku tak mau. Bukan, bukan itu. Tapi, Lidah ku kelu, mulutku gagu, dan membisu ketika menatap kedua bola matamu yang sayu. Aku berani bermain kata hanya di dunia maya saja. Tidak di alam nyata dan tidak juga 4 mata. Keberanianku di dunia maya ini pun terinspirasi dari tulisan ustadz Cahyadi yang berjudul 'pernak-pernik rumah tangga islami' yang sudah lama kau beli.

Di bab 2, hal 163 tema nyatakan cinta dengan bahasa.
Maafkan aku kalau selama ini aku terkesan kurang romantis seperti pasangan selebritis. Termasuk pada hari ini ku menulis. Seharusnya kuberikan tulisan ini bertepatan dengan jadwal dan tanggal berlangsungnya pernikahan. Tapi aku tak kuasa menahan. Menahan perasaan yang telah lama ingin kusampaikan. Meskipun hanya lewat tulisan. Semoga bisa mewakili perasaan.

Ik hou van jou-(belanda)
Ya tebya liubliu-(russia)
Ya tabe kahayu-(belarussia)
Es tave muliu-(lithuania)
Anata ga daisuki desu
Aishiteru-(jepang)
I love you-(inggris)
Saya cintakan kamu- (malaysia)
Aku cinta padamu-(Indonesia)
 
(selesai)

Share
Posted by Unknown
About the Author

Write admin description here..

0 comments:

    Popular Posts

Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.