Sunday, 16 February 2014

BUKU HARIANKU : complete diary

at 18:44  |  No comments

Sambungan ....... (^__^)

Begitulah dahsyatnya cinta. Cinta sangat berpengaruh bagi siapa saja yang mencinta. Cinta sangat luar biasa dan mampu mengubah segalanya. Ia juga bisa memberikan kekuatan seseorang untuk mewujudkan sesuatu dengan tanpa memperhitungkan segala sesuatu disekitarnya. Ia benar-benar bisa berpengaruh dan memengaruhi orang yang dilandanya. Orang yang sedang dilanda cinta akan timbul energi baru dalam dirinya. 

Cinta dapat mengubah seseorang untuk berkarya. Kamu bisa lihat karya-karya besar di dunia, lahir karena dorongan cinta. Lihatlah Taj Mahal di India. Merupakan tanda cinta seorang suami kepada istrinya. Karena cinta,berdiri tegar di Mesir dan Meksiko tumpukan piramida. Karena cinta pula, lahirlah syair-syair homerus, sastrawan Yunani ternama. Dan konon katanya, karya Leonardo da vinci lukisan monalisa, juga hadir karena dorongan cinta. Lihatlah Candi prambanan, mendut, sewu di nusantara. Yang dicipta oleh bandung bandawasa, juga karena cinta. 

Subhanallah...Tak kusangka dan tak kuduga. Ternyata pak haji pandai bersastra juga. Kata-katanya mengena sehingga hati ku jadi berbunga-bunga. Ungkapannya sama persis dengan teori-teori yang pernah kubaca. Ingin ku ungkapkan 'penghargaan' itu kepadanya. Namun ku tak berdaya karena kharismanya. 

Tapi, Pak haji melanjutkan bicaranya, sambil menatap ke luar jendela. Saya melihat dirimu tidak seperti mereka. Aku tersentak penuh tanda tanya? Dalam hatiku berkata, waduh emangnya aku seperti apa? Karena cinta kamu seperti hamba sahaya. Apa? Aku berusaha tetap tenang dan mendengarkannya. Meski kedua telinga sudah mulai panas dan memerah. Padahal sebelumnya kamu adalah raja. Kegarangan istanamu tiada lagi menyertai. Tertinggal di puncak gunung menyendiri sendiri. Pipi tertempel ditanah berdebu. Seakan bantal-bantal sutera untuk bertumpu. Begitulah kehinaan cinta menimpa orang-orang merdeka sekalipun ia raja. Jika cinta melanda, dia laksana hamba sahaya.O...jadi menurut penilaian pak haji saya seperti hamba sahaya? 'Ya'.

Ngomong-ngomong pak haji dapat dari mana ungkapan kata al-Hikam bin Hisyam bin Abdurrahman ad-dakhil seorang raja dari andalusia? Pak haji terkejut sambil mengangkat ke dua kaca matanya. Bapak baca dari buku ini yang tergeletak disana. Kemarin buku ini terjatuh di dekat meja. Karena tak bernama, bapak menyimpannya di rumah. Dan bapak baca tulisan di dalamnya. Kok kamu tahu nama lengkap raja itu? Hahaha...itukan buku saya. O...ya??? Hahaha...kirain buku siapa. Pantas kamu hapal nama lengkap raja itu. Nih saya kembalikan. 

Hahaha...Setelah kejadian hari itu, Pak haji semakin rajin membaca buku. Setiap buku yang kubaca, pak haji selalu memperhatikannya. Bahkan terkadang meminjamnya. Mungkin ia terkenang kembali romantika di masa mudanya, saat-saat cinta membara di dalam dada. Saat-merayakan cinta bersama pasangan sah nya.Bersamaan dengan itu pula, mungkin juga ia sedang mencari kata-kata indah, yang akan dibisikkankan ke istri tercinta. Agar cinta mereka bersemi kembali setelah setengah abad ia menjalani kehidupan berumahtangga. Seperti ungkapan dari Jalaluddin ar rumi di dalam syairnya.
Kata-kata lembut yang kita bisikan pada pasangan kita, tersimpan di suatu tempat rahasia di syurga.
Pada suatu hari, mereka akan berjatuhan bagaikan hujan, lalu tersebar.
Dan misteri cinta akan tumbuh bersemi di segala penjuru bumi. 

Ah...entahlah...aku tak mau menerka-nerka. Yang jelas, dalam diam ku mengamati. Aku kagum dengan pak haji. Meski usia pernikahan mereka telah tua. Mereka masih bisa tetap mesra. Jarang ada orang yang sepertinya. Kemana-mana selalu berdua. Sebelum ke kantor ia sempatkan mengantar istrinya berbelanja. Sebelum dan sesudah ke kantor, tak lupa ia mengecup keningnya. Rutinitas yang biasa kulakukan hanya kalau mau pergi jauh saja. Tak pernah kumendengar masalah serius menerpa rumah tangga mereka. 

Memang betul kata para pujangga. Cinta adalah fitrah yang lekat kuat dalam diri manusia.Cinta dan segala pernak-perniknya tidak akan pernah lenyap sama sekali dari kehidupan seseorang selama apapun usia memakan perasaannya. Sungguh, tak cukup rasanya di ungkapkan melalui kata-kata. 

Untuk mu pak haji. Aku panjatkan doa ini. Kepada penguasa langit dan bumi. 
Ya Allah, sesungguhnya engkau maha mengetahui bahwa hati itu (pak haji dan istrinya) telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada Mu. Bertemu untuk taat kepada Mu. Bersatu dalam rangka dakwah di jalan Mu. Berjanji setia untuk membela syariat mu. Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, Ya Allah. Abadikanlah kasih sayangnya. Tunjukkan lah jalannya. Dan penuhilah dengan cahaya Mu yang tak pernah redup. Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada Mu. Hidupkan lah ia dengan ma'rifah Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-sebaik pelindung dan sebaik-sebaik penolong. Amin

Share
Posted by Unknown
About the Author

Write admin description here..

0 comments:

    Popular Posts

Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.